lipunaratif.com
Straight News

Resmi Ditutup, MTN Lab 2025 di Gorontalo Membuka Banyak Akses Baru

Lipunaratif.com – Gorontalo di luar ekspektasi. Begitulah kira – kira pernyataan dari Direktur Manajemen Talenta Nasional (MTN) Lab bidang seni rupa, Vicky Rosalina saat ditemui di penutupan kegiatan MTN Lab: Residensi Gorontalo 2025 di Huntu Art Distrik (Hartdisk) Sabtu, (13/12).

Di tengah kesibukan menyelesaikan berbagai kegiatan pagelaran seni di akhir tahun, Vicky meluangkan waktunya hadir di Gorontalo untuk menyaksikan langsung kemeriahan penutupan pameran bertajuk “Sangkut Paut” yang merupakan bagian pengkaryaan peserta MTN Lab di Gorontalo.

“Bagus banget, makanya saya bela – belain datang ke Gorontalo karena di awal saya tidak bisa ikutan,” seru Vicky.

Vicky tak menyangka antusias para peserta yang sangat progresif dan bertumbuh selama kegiatan MTN berlangsung. Baginya, selama ini program pengembangan bakat di bidang seni hanya terfokus di Jawa. Namun diluar dugaan, kawasan Indonesia Timur terutama Gorontalo sangat potensial untuk dikembangkan.

“Salah satu fokus yang kami mau capai di program MTN tahun ini yaitu keterbukaan akses, melalui program ini kami membuka akses ke pengetahuan, peserta bisa beksplorasi, diskusi, berbagi gagasan, sampai outputnya pameran,”

“Kami berharapnya program ini berhasil membuka akses pengetahuan, kesempatan juga nantinya seperti itu, karena kami buatnya program berjenjang,” ujar Vicky.

Gorontalo sebagai daerah penyelenggara MTN Lab satu – satunya di kawasan Indonesia Timur sangat berpotensi menjadi pusat perkembangan seni rupa di bagian utara pulau Sulawesi. Beberapa aspek yang perlu dibenahi sudah menjadi tugas para pemangku kepentingan untuk mendukung para penggiat seni dalam berkarya.

“Gorontalo ini jadi titik lokus yang penting, mungkin kedepannya pusat perkembangan seni rupa di Sulawesi utara misalnya, tinggal kekurangannya yang kita cari, dan dari situ kita bisa memikirkan strateginya untuk dikembangkan lagi. Artinya ini kan ekosistemnya sudah ada, komunitasnya sudah ada, semuanya akan berjalan jika aspek pendukungnya juga ada,” ujar Vicky.

Sementara itu, pengelola Huntu Art Distrik, Awaluddin, mengaku sangat terkesan atas suksesnya kegiatan MTN di Gorontalo yang berlangsung kurang lebih 30 hari. Dengan berterus terang, kehadiran program MTN ini menambah pengetahuan dan jejaring baru yang tentu sangat berdampak pada ekosistem seni rupa di Gorontalo.

“Sangat berkesan tentunya karna kami bertemu dengan 37 peserta, walaupun 13 berasal dari Gorontalo dan 24 itu dari luar daerah, artinya ada jejaring baru, teman-teman baru, dan komunitas baru yang bisa terkoneksi dengan Hartdisk,” tutur Awal.

Selama kegiatan berlangsung, sosok yang akrab disapa Ka Awal ini sangat terpikat dengan karya – karya yang dipamerkan oleh para peserta. Mulai dari Teknik pengkaryaan, pemecahan masalah, hingga pemilihan media karya membuat ia sadar bahwa alternatif berkarya bisa didapatkan dari apapun yang ada di sekitar kita.

“Pengetahuan-pengetahuan baru dari para peserta membuka banyak hal yg selama ini teman-teman di Gorontalo dan Hartdisk juga banyak belajar tentang alternatif media yang bisa digunakan untuk menghasilkan sebuah karya seni,” tutur Awal.

Sebanyak 37 seniman dan kurator dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan manfaat dari kegiatan pelatihan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Lab Residensi Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung sejak 10 November 2025 ini dinaungi oleh Kementerian Kebudayaan dan diselenggarakan oleh mitra lokal MTN di Gorontalo, Huntu Art Distrik (Hartdisk).

Salah satu peserta MTN Lab asal Kendari, Ikbal Saidin Akbar, turut mendapatkan manfaat lewat program strategis Kementerian Kebudayaan ini. Sosok penggagas karya seni instalasi dengan judul “Sisa-Sisa yang Mengapung” ini mengamini dirinya lebih disiplin dan kritis dalam menghasilkan suatu karya seni.

“Program ini sangat berpengaruh karena memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas seniman, dan mendorong ekosistem seni Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ikbal.

Selaras dengan keinginan pihak penyelenggara MTN Lab, Ikbal berharap kedepannya program ini bisa berkelanjutan dan lebih menjangkau lebih banyak daerah.

“Sebagai pelaku seni, harapan ke depan program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah,” tutup Ikbal.

Reporter: Hafiz Aqmal Djibran

Related posts

Kerabat dan Keluarga MJ Desak Proses Hukum Transparan Sampai Tuntas

Redaksi

Dari Panggoba Hingga Lumbu’a, Dua Seniman Perkental Identitas dan Pengetahuan Lokal di Maa Ledungga #4

Redaksi

Gelar Diskusi, SIEJ Gorontalo Diseminasikan Kabar Baik dari Wallacea

Redaksi

Leave a Comment