Aktivitas tambang galian C illegal yang berada di kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo mendapat sorotan warga setelah peristiwa banjir bandang di kawasan pemukiman tersebut akhir bulan April lalu.
Dembe I merupakan kelurahan yang berada di ujung barat Kota Gorontalo, berbatasan langsung dengan Kabupaten Gorontalo. Wilayah ini terkenal dengan destinasi Wisata bersejarah Benteng Otanaha. Adanya aktivitas tambang ini mengancam kehidupan warga Dembe I khususnya di wilayah hilir.
Berdasarkan rekaman yang diperoleh lipunaratif.com, belasan titik tambang kapur yang beroperasi di kawasan tebing pegunungan Dembe, berlokasi dekat dengan wisata Benteng Otanaha. Tambang illegal terlihat menyebar di sebagian lereng gunung, kontras dengan kawasan pemukiman warga di wilayah hilir danau Limboto.
Dari rekaman tersebut terlihat juga terpal yang menjadi hunian sementara pekerja tambang kapur selama beraktivitas. Berdasarkan penelusuran warga, aktivitas tambang kapur sudah beroperasi belasan tahun, dan menyebabkan banjir bandang disertai material baru – baru ini.
Salah satu warga yang terdampak banjir menuturkan kekhawatirannya terhadap lingkungan yang ada di Dembe I. Ia menyebut banjir yang terjadi pada akhir bulan April sangat merugikan warga, utamanya sedimen lumpur dan material kayu yang terbawa arus banjir.
“Soal banjir sih memang daerah ini sering banjir, tapi biasanya cuma air saja, tidak sampai ada lumpur dan kayu, ini banjir makin parah,” ujar salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya.
Banjir yang terjadi di akhir bulan April tersebut datang secara tiba – tiba akibat hujan deras yang berkepanjangan. Akibatnya, sejumlah barang elektronik milik warga mengalami kerusakan. Salah satunya warga pemilik usaha pangkas rambut yang mesinnya tidak bisa digunakan lagi sebab terkena air.
“Terdampak di Barber ini masuk air, rusak mesin, ada barang yang baru beli kena air jadi rusak,” sahut pemuda yang juga pengusaha pangkas rambut di Dembe I.
Warga berharap pengawasan dan penindakan yang tegas terhadap aktivitas yang merusak lingkungan Dembe I agar tidak semakin rusak di kemudian hari.
Reporter: Hafiz Aqmal Djibran

