lipunaratif.com
Straight News

Bird Watching di Kawasan Kampus UNG, Bondol Rawa dan Kutilang Paling Sering Dijumpai

Reporter: Hafiz Aqmal Djibran

Lipunaratif.com – Bird watching atau pengamatan burung yang diadakan Burung Indonesia berlangsung seru. Kegiatan yang dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari komunitas dan masyarakat umum itu dilaksanakan di kawasan kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (1/10).

Untuk melakukan pengamatan jenis burung, peserta mendapatkan alat bantu teropong dan kartu petunjuk jenis burung, yang telah disediakan penyelenggara. Kegiatan pengamatan burung dimulai pukul 7 pagi dan berlangsung selama kurang lebih 4 jam.

Tidak hanya mengamati burung, peserta juga diberikan edukasi tentang hubungan antara keberlangsungan habitat burung dan lingkungan di sekitarnya.

Fadel (22), mahasiswa Teknik Sipil UNG mengaku sangat terkesan mengikuti kegiatan pengamatan burung. Ia mendapatkan pengetahuan baru seputar burung endemik. Kegiatan ini menjadi perdana bagi Fadel dalam mengamati aktivitas fauna dengan fasilitas penunjang seperti teropong.

“Cukup menarik ternyata, banyak burung yang bisa dilihat lebih dekat, dan [kami jadi] lebih peka lagi terhadap lingkungan, karena kita hidup tidak sendirian,” kata Fadel.

Hal senada disampaikan Novi Enitakasi, peserta dari komunitas Gorontalo Green School. Ia mengaku kegiatan pengamatan burung ini sangat detail, karena ditemani oleh pemandu langsung.

Novi sebagai peserta yang juga pertama kali mengikuti kegiatan ini, turut antusias saat mengetahui banyaknya perbedaan jenis burung. Penyuka jenis burung madu ini mendapatkan pengetahuan baru tentang bunyi kicauan, warna, hingga jenis burung yang berbeda.

“Ternyata banyak jenis burung madu, burungnya kan warna kuning, biasanya burung berwarna kuning ada di pekarangan rumah saya, ternyata burung itu,” ujar Novi.

Sementara itu, Jihad , sebagai Senior Biodiversity Policy Officer Burung Indonesia memilih kampus I UNG untuk mengidentifikasi jenis burung yang ada di sekitar kawasan kampus. Jenis burung yang tercatat dalam kegiatan ini sebanyak 15 jenis burung. Bondol Rawa dan Kutilang sebagai jenis burung yang paling banyak muncul di kawasan kampus.

“Yang terdata oleh teman-teman sebanyak 15 jenis, dan yang paling sering terlihat adalah bondol rawa dan kutilang,” kata Jihad.

Berdasarkan pengamatan burung yang dilakukan di kampus I UNG, Jihad selaku koordinator kegiatan menyebut ekosistem habitat burung di kawasan kampus tergolong cukup baik, walaupun lokasinya berada di perkotaan.

“Habitat [burung] yang ada di UNG ini cukup baik, karena masih menunjukkan beberapa jenis burung yang jarang terlihat di daerah perkotaan,” tuturnya.

Dirinya menekankan pentingnya hubungan kualitas lingkungan dan keberadaan burung. Dalam kegiatan pengamatan burung, tujuannya tidak hanya mengenalkan jenis burung, tapi juga meningkatkan kepedulian lingkungan agar habitat burung bisa hidup.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin mengenalkan bahwa sebagai penghuni di kota pun kita masih bisa hidup berdampingan dengan keragaman hayati dan satwa, kita mesti berbagi ruang, tadi teman-teman memperhatikan sampah dijadikan bahan pembuatan sarang, itu berbahaya bagi habitat burung,” katanya. 

Related posts

MTN Lab: Residensi Gorontalo, Ruang Temu-Eksplor Seniman dan Kurator di Indonesia Timur

Redaksi

Kerabat dan Keluarga MJ Desak Proses Hukum Transparan Sampai Tuntas

Redaksi

Surati Hanwa Co, Organisasi Masyarakat Sipil Minta Berhenti Pasok Produk Deforestasi Dari Gorontalo

Redaksi

Leave a Comment