lipunaratif.com
Straight News

Burung Indonesia Gelar Lokakarya Konservasi Mangrove dan Pameran UMKM Ramah Lingkungan

Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia melaksanakan kegiatan lokakarya diseminasi program konservasi mangrove dan pameran produk berbasis ramah lingkungan di Pohuwato, Gorontalo. Kegiatan berlangsung di Pondok Kerja Burung Indonesia, Marisa, Selasa (28/4).
 
Kegiatan lokakarya diseminasi dihadiri berbagai unsur masyarakat dan juga perangkat pemerintah baik kabupaten maupun Provinsi. Berlangsung kurang lebih 6 jam, peserta mendengar dan menyampaikan masukan perihal keberlanjutan program konservasi mangrove. Sesi tanya – jawab berlangsung cukup intens, masyarakat dan para pemangku kepentingan dari dinas terkait berbaur tanpa ada sekat.
 
Kegiatan Lokakarya ini merupakan bagian evaluasi pelaksanaan program konservasi mangrove bertajuk Sustainable Development and Mangrove Conservation in the Bay of Tomini, Indonesia yang telah berlangsung sejak akhir tahun 2022 di Pohuwato. Bekerja sama dengan Japesda sebagai mitra lokal, Program dijalankan di 5 desa pesisir Pohuwato, diantaranya Desa Torosiaje, Torosiaje Jaya, Bumi Bahari, Padengo, dan Dudewulo.
 
Program ini mencakup empat komponen utama diantaranya perbaikan tata kelola ekosistem mangrove melalui kesepakatan perlindungan dan pengelolaan berbasis masyarakat, monitoring ekosistem mangrove berbasis masyarakat, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis ekosistem mangrove, serta penyadartahuan dan penguatan jejaring dalam mendukung upaya restorasi mangrove.
 
Pasca berdiskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pameran produk UMKM ramah lingkungan yang diproduksi oleh kelompok masyarakat desa. Pameran dibuka untuk umum dengan tujuan memperkenalkan produk UMKM yang ramah lingkunan. Produk yang dipamerkan terdiri dari gula merah, minyak kelapa kampung, souvenir, tas, hingga kain ecoprint. Keseluruhan produk tersebut merupakan pengembangan potensi desa.
 
Kain ecoprint paling menarik perhatian pengunjung berkat keunikan motif dan cara pembuatannya. Booth ecoprint juga riuh dengan kain yang dipajang. Pameran juga menyediakan jajanan dan kopi yang tersedia secara gratis untuk pengunjung.
 
Salah satu peserta asal Torosiaje Jaya yang juga anggota kelompok program, Sony Yapanto, mengaku menaruh harapan besar dalam program konservasi ini. Selama diseminasi berlangsung, Sony aktif menyampaikan kendala dan capaian yang dilakukan kelompoknya di desa Torosiaje Jaya. Ia berharap masyarakat yang terlibat dalam program bisa mandiri dan berkelanjutan.
 
“Oleh sebab itu kami berharap pemerintah daerah bisa mengapresiasi kami yang sudah berupaya mengembangkan hasil-hasil karya yang potensinya di desa. Dalam perhatian-perhatian membuat pelatihan maupun bantuan dari segi dana,” ujar Sony.

Kepala Desa Padengo, Ridwan Naki, sangat mengapresiasi kehadiran Burung Indonesia sebagai lembaga yang menaruh perhatian atas konservasi kawasan pesisir, khususnya di Pohuwato.

Ridwan mengaku kehadiran program dari Burung Indonesia sangat berdampak positif terhadap pelestarian mangrove dan aktifitas ekonomi masyarakat desa.

“Kedepannya bisa menjaga dan melestarikan apa yang sudah dilakukan oleh kelompok kerja yang sudah dibentuk dan difasilitasi langsung oleh Burung Indonesia,” sahut Ridwan saat dihubungi lewat whatsapp.
 
Di sisi lain, Knowledge and Program Development Manager Burung Indonesia, Vincentia Widyasari, menyebut kegiatan diseminasi dilakukan untuk membuktikkan bahwa masyarakat Desa yang bermitra mampu mengelola sumber daya alam secara mandiri.
 
“Dalam pertemuan ini kami mau memberikan semacam testimoni, evident, bukti-bukti bahwa masyarakat mampu mengelola sumber daya alamnya,” ujar Vivin ketika diwawancarai.

Reporter: Hafiz Aqmal Djibran

Related posts

Pameran Ditimoli #2: Melawan Tabu Lewat Karya Seni Erotis

Redaksi

Bird Watching di Kawasan Kampus UNG, Bondol Rawa dan Kutilang Paling Sering Dijumpai

Redaksi

Resmi Ditutup, MTN Lab 2025 di Gorontalo Membuka Banyak Akses Baru

Redaksi

Leave a Comment