Gorontalo, Lipunaratif — Lima mahasiswa tingkat akhir Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni Rupa dan Desain, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Komunitas Niskala, Huntu Art Distrik (Hartdisk), dan Riden Baruadi Gallery akan menggelar pameran seni rupa kelompok bertajuk “FOLKLORE: Cultural Through Visual Media”.
Pameran yang mengusung gagasan “5 Mediums, 1 Visual Journey” ini, akan menghadirkan perjumpaan lima seniman muda yang meriset dan merespons wacana budaya Gorontalo. Rencananya, pameran ini akan berlangsung di Hartdisk dan Riden Baruadi Gallery. Pembukaan akan dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 16.00 WITA di Hartdisk, Bone Bolango.
Menurut Vidya, tema “FOLKLORE: Cultural Trough Visual Media” dipilih sebab folklore atau dalam bahasa Indonesia: folklor, merupakan adat-istiadat tradisional yang diturunkan secara turun-temurun. Folkor adalah sebagian kebudayaan suatu kolektif atau masyarakat yang tersebar, diwariskan, dan dijalankan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, gerak isyarat, atau contoh kebiasaan.
“Tumbuh dengan keberagaman folklor yang ada di Gorontalo, menjadikan folklor sebagai ide utama yang memayungi riset dan penciptaan seni rupa kami,” kata Putri Diyah mewakili kelima seniman, di Kota Gorontalo, pada Rabu (21/10/2026).
Ada lima jalur medium yang berbeda yang akan dipamerkan masing-masing oleh Fidya Abdali (Mixed Media), Nisa Sani (Fine Art Painting), Putri Diyah (Digital Painting), Ikahi (Contemporary Art), dan Vidya (Printmaking).
“Diharapkan [pemeran ini] dapat menerjemahkan folklor yang dekat dengan masing-masing individu, menjadi karya-karya seni yang memiliki prespektif baru, sehingga dapat mengajak penikmat menelusuri bagaimana nilai lokal dapat terus hidup, berdialog, dan relevan dengan realitas modern melalui pelbagai medium seni rupa,” ujarnya.
Periode pameran dimulai 27 Oktober sampai dengan 2 November 2026. Sedangkan jam buka pameran dari pukul 10.00 — 22.00 WITA. Dua lokasi pameran berlangsung di Hartdisk, Bone Bolango, dan Riden Baruadi Gallery, Kota Gorontalo. (*)
Reporter: Kristianto Galuwo

